sudah banyak yang kau beri,bukanlah sebuah materi tapi segenggam kesetiaan..
setia yang kau beri tak semudah aku bayangkan tuk mendapatkanya…
bayangkan hanya dalam sekejap kau menghilang… rasa ini merintih dan berbisik tuk mengejar ,memeluk,dan takkan ku biarkan lepas begitu saja..
setiamu aku yang genggam begitu pula sebaliknya..setiaku kau yg menggenggam..jangan jadikan jarak menjadi sebuah halangan untuk mnunjukkan kesetiaan…
DIGITAL UNDANGAN
terima design undangan digital untuk facebook,twiter,friendster,email dll
Jumat, 20 Januari 2012
kesetiaan kita
Jika saatnya nanti
Suatu saat apabila rambutku beruban
jika nanti gigiku tanggal
apabila kulitku mulai lembek dan berkerut
Mungkin nanti saatnya tubuhku bungkuk
itu mulai membuktikan bahwa selama ini aku yang selalu setia disampingmu tepat disini dihati.
dan itu semua dimulai dari hari ini.
Mimpi ~ Khalil Gibran
Kala malam datang dan rasa kantuk membentangkan selimutnya di wajah bumi, aku bangun dan berjalan ke laut, “Laut tidak pernah tidur, dan dalam keterjagaannya itu laut menjadi penghibur bagi jiwa yang terjaga.”,
Ketika aku sampai di pantai, kabus dari gunung menjuntaikan kakinya seperti selembar jilbab yang menghiasi wajah seorang gadis. Aku melihat ombak yang berdeburan. Aku mendengar puji-pujiannya kepada Tuhan dan bermeditasi di atas kekuatan abadi yang tersembunyi di dalam ombak-ombak itu – kekuatan yang lari bersama angin, mendaki gunung, tersenyum lewat bibir sang mawar dan menyanyi dengan desiran air yang mengalir di parit-parit.
Lalu aku melihat tiga Putera Kegelapan duduk di atas sebongkah batu. Aku menghampirinya seolah-olah ada kekuatan yang menarikku tanpa aku dapat melawannya.
Aku berhenti beberapa langkah dari Putera Kegelapan itu seakan-akan ada tenaga magis yang menahanku. Saat itu, salah satunya berdiri dan dengan suara yang seolah berasal dari dalam laut ia berkata:
“Hidup tanpa cinta ibarat pohon yang tidak berbunga dan berbuah. Dan cinta tanpa keindahan seperti bunga tanpa aroma semerbak dan seperti buah tanpa biji. Hidup, cinta dan keindahan adalah tiga dalam satu, yang tidak dapat dipisahkan ataupun diubah.”
Putera kedua berkata dengan suara bergema seperti air terjun,”Hidup tanpa berjuang seperti empat musim yang kehilangan musim bunganya. Dan perjuangan tanpa hak seperti padang pasir yang tandus. Hidup, perjuangan dan hak adalah tiga dalam satu yang tidak dapat dipisahkan ataupun diubah.”
Kemudian Putera ketiga membuka mulutnya seperti dentuman halilintar :
“Hidup tanpa kebebasan seperti tubuh tanpa jiwa, dan kebebasan tanpa akal seperti roh yang kebingungan. Hidup, kebebasan dan akal adalah tiga dalam satu, abadi dan tidak pernah sirna.”
Selanjutnya ketiga-tiganya berdiri dan berkata dengan suara yang menggerunkan sekali:
‘Itulah anak-anak cinta,
Buah dari perjuangan,
Akibat dari kebebasan,
Tiga manifestasi Tuhan,
Dan Tuhan adalah ungkapan
dari alam yang bijaksana.’
Saat itu diam melangut, hanya gemersik sayap-sayap yang tak nampak dan getaran tubuh-tubuh halus yang terus-menerus.
Aku menutup mata dan mendengar gema yang baru saja berlalu. Ketika aku membuka mataku, aku tidak lagi melihat Putera-Putera Kegelapan itu, hanya laut yang dipeluk halimunan. Aku duduk, tidak memandang apa-apa pun kecuali asap dupa yang menggulung ke syurga.
~ Khalil Gibran ~
jika nanti gigiku tanggal
apabila kulitku mulai lembek dan berkerut
Mungkin nanti saatnya tubuhku bungkuk
itu mulai membuktikan bahwa selama ini aku yang selalu setia disampingmu tepat disini dihati.
dan itu semua dimulai dari hari ini.
Mimpi ~ Khalil Gibran
Kala malam datang dan rasa kantuk membentangkan selimutnya di wajah bumi, aku bangun dan berjalan ke laut, “Laut tidak pernah tidur, dan dalam keterjagaannya itu laut menjadi penghibur bagi jiwa yang terjaga.”,
Ketika aku sampai di pantai, kabus dari gunung menjuntaikan kakinya seperti selembar jilbab yang menghiasi wajah seorang gadis. Aku melihat ombak yang berdeburan. Aku mendengar puji-pujiannya kepada Tuhan dan bermeditasi di atas kekuatan abadi yang tersembunyi di dalam ombak-ombak itu – kekuatan yang lari bersama angin, mendaki gunung, tersenyum lewat bibir sang mawar dan menyanyi dengan desiran air yang mengalir di parit-parit.
Lalu aku melihat tiga Putera Kegelapan duduk di atas sebongkah batu. Aku menghampirinya seolah-olah ada kekuatan yang menarikku tanpa aku dapat melawannya.
Aku berhenti beberapa langkah dari Putera Kegelapan itu seakan-akan ada tenaga magis yang menahanku. Saat itu, salah satunya berdiri dan dengan suara yang seolah berasal dari dalam laut ia berkata:
“Hidup tanpa cinta ibarat pohon yang tidak berbunga dan berbuah. Dan cinta tanpa keindahan seperti bunga tanpa aroma semerbak dan seperti buah tanpa biji. Hidup, cinta dan keindahan adalah tiga dalam satu, yang tidak dapat dipisahkan ataupun diubah.”
Putera kedua berkata dengan suara bergema seperti air terjun,”Hidup tanpa berjuang seperti empat musim yang kehilangan musim bunganya. Dan perjuangan tanpa hak seperti padang pasir yang tandus. Hidup, perjuangan dan hak adalah tiga dalam satu yang tidak dapat dipisahkan ataupun diubah.”
Kemudian Putera ketiga membuka mulutnya seperti dentuman halilintar :
“Hidup tanpa kebebasan seperti tubuh tanpa jiwa, dan kebebasan tanpa akal seperti roh yang kebingungan. Hidup, kebebasan dan akal adalah tiga dalam satu, abadi dan tidak pernah sirna.”
Selanjutnya ketiga-tiganya berdiri dan berkata dengan suara yang menggerunkan sekali:
‘Itulah anak-anak cinta,
Buah dari perjuangan,
Akibat dari kebebasan,
Tiga manifestasi Tuhan,
Dan Tuhan adalah ungkapan
dari alam yang bijaksana.’
Saat itu diam melangut, hanya gemersik sayap-sayap yang tak nampak dan getaran tubuh-tubuh halus yang terus-menerus.
Aku menutup mata dan mendengar gema yang baru saja berlalu. Ketika aku membuka mataku, aku tidak lagi melihat Putera-Putera Kegelapan itu, hanya laut yang dipeluk halimunan. Aku duduk, tidak memandang apa-apa pun kecuali asap dupa yang menggulung ke syurga.
~ Khalil Gibran ~
Kamis, 19 Januari 2012
“Pernikahan cinta”
Ini ciuman halal
Yang tercipta dari surgawi dunia
Lajang inilah terlepas malam
Indah milik kita berdua
Ini adalah janjiku saat itu
Datang dengan tetuaku
Seperangkat alat sujud terlimpah
Itulah makna aku mengajarkanmu , yang bkan berarti simbol saja
Tidak sampai disini cinta
Ini awal hidup kita
Mengarungi lautan asam pedih berdua
Tapi itu semua kan cerah indah pada akhirnya dengan jalan cinta
lembutlah hati saat sampai mati…aku milikmu utuh bukan setengah
tak pernah ada kata nikah terlahir tanpa kata cinta
sahabat
kau yg selalu di sampingku
walaupun kau selalu menyakiti
kau selalu mendukungku disemua yg ku tak bisa
sahabat
jangan lah kau pergi meninggalkan ku
dan maafkan lah aku jika ku lupa padamu
sahabat
ku ingin kita selalu bersama
dan selalu mengerti perasaan kita
tak pernah ku lupa masa2 kita masih sekolah
satu bangku satu meja saling berbagi suka dan duka
15 tahun telah berlalu
semoga kita masih tetap mengikat tali persahabatan kita
sampai tua nanti...
“TeRiMa KaSiH DARYONO & TRI kau sahabatku yg selalu ada untuk ku”
Yang tercipta dari surgawi dunia
Lajang inilah terlepas malam
Indah milik kita berdua
Ini adalah janjiku saat itu
Datang dengan tetuaku
Seperangkat alat sujud terlimpah
Itulah makna aku mengajarkanmu , yang bkan berarti simbol saja
Tidak sampai disini cinta
Ini awal hidup kita
Mengarungi lautan asam pedih berdua
Tapi itu semua kan cerah indah pada akhirnya dengan jalan cinta
lembutlah hati saat sampai mati…aku milikmu utuh bukan setengah
tak pernah ada kata nikah terlahir tanpa kata cinta
sahabat
kau yg selalu di sampingku
walaupun kau selalu menyakiti
kau selalu mendukungku disemua yg ku tak bisa
sahabat
jangan lah kau pergi meninggalkan ku
dan maafkan lah aku jika ku lupa padamu
sahabat
ku ingin kita selalu bersama
dan selalu mengerti perasaan kita
tak pernah ku lupa masa2 kita masih sekolah
satu bangku satu meja saling berbagi suka dan duka
15 tahun telah berlalu
semoga kita masih tetap mengikat tali persahabatan kita
sampai tua nanti...
“TeRiMa KaSiH DARYONO & TRI kau sahabatku yg selalu ada untuk ku”
sejati
bila suatu saad nanti
perasaanmu tak sejalan dgquu….
Maka izinkanlah agq
menjaga rasaqu ini hnya untmu…
Bila suatu saad nantii
Kasihmu bukan untquu…
Maka izinkan agq mengasihimu selaluu….
namun percayalah…
Bila memangg qt tak sejalann…
Agq akan tyuz menyimpan rasa nii hanya untmu…
Tapii qu b’harap pada Tuhan…
Semua ituw takkan pernah tjadii…
Karn yg qu ign hanya dapad bsamamu selaluu.
# jangan pnah tjadii..quu mohonn
perasaanmu tak sejalan dgquu….
Maka izinkanlah agq
menjaga rasaqu ini hnya untmu…
Bila suatu saad nantii
Kasihmu bukan untquu…
Maka izinkan agq mengasihimu selaluu….
namun percayalah…
Bila memangg qt tak sejalann…
Agq akan tyuz menyimpan rasa nii hanya untmu…
Tapii qu b’harap pada Tuhan…
Semua ituw takkan pernah tjadii…
Karn yg qu ign hanya dapad bsamamu selaluu.
# jangan pnah tjadii..quu mohonn
Biarlah Aku
Biarlah aku datang menggantikan malam
Yang telah lelah menemani hari-harimu
Dengan setangkai purnama
Semerbak wangi membalut asa
Menebar sajian keindahan malam
Temani detikdetik indah mimpimu
Hingga surya tersenyum menyambut bahagia pagimu
Yang telah lelah menemani hari-harimu
Dengan setangkai purnama
Semerbak wangi membalut asa
Menebar sajian keindahan malam
Temani detikdetik indah mimpimu
Hingga surya tersenyum menyambut bahagia pagimu
Langganan:
Postingan (Atom)

